welcome to my blogger.


Don't forget to comment. oke......

.

Jumat, 09 Maret 2012


KUMPULAN CERITA MOTIVASI PENUH HIKMAH




Tags: cerita motivasi (1200), cerita islami (261), cerita hikmah (104), cerita nasehat (313), cerita teladan (334), kumpulan cerita motivasi (203), kisah islami(247), kisah teladan (331), kisah hikmah (110), kumpulan kisah teladan (263), artikel motivasi (2011), artikel islam (105), artikel kesehatan (211), kumpulan artikel motivasi (300), berita islami (2012), motivasi islam (2010),artikel kesehatan (500)

KUMPULAN CERITA MOTIVASI PENUH HIKMAH - Berikut kumpulan motivasi  dan artikel yang berkaitan dengan motivasi dapat menginspirasi diri maupun penyemangat diri.


Inti Semua Kebijaksanaan
Konon, ada seorang raja muda yang pandai. Ia memerintahkan semua mahaguru terkemuka dalam kerajaannya untuk berkumpul dan menulis semua kebijaksanaan dunia ini. Mereka segera mengerjakannya dan empat puluh tahun kemudian, mereka telah menghasilkan ribuan buku berisi kebijaksanaan. Raja itu, yang pada saat itu telah mencapai usia enam puluh tahun, berkata kepada mereka, “Saya tidak mungkin dapat membaca ribuan buku. Ringkaslah dasar-dasar semua kebijaksanaan itu.”
Setelah sepuluh tahun bekerja, para mahaguru itu berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dunia dalam seratus jilid.
“Itu masih terlalu banyak,” kata sang raja. “Saya telah berusia tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu ke dalam inti yang paling dasariah.
Maka orang-orang bijak itu mencoba lagi dan memeras semua kebijaksanaan di dunia ini ke dalam hanya satu buku.
Tapi pada waktu itu raja berbaring di tempat tidur kematiannya.
Maka pemimpin kelompok mahaguru itu memeras lagi kebijaksanaan-kebijaksanaan itu ke dalam hanya satu pernyataan, “Manusia hidup, lalu menderita, kemudian mati. Satu-satunya hal yang tetap bertahan adalah cinta.”
2. Janganlah Memaksa
Seorang kakek sedang berjalan-jalan sambil menggandeng cucunya di jalan pinggiran pedesaan. Mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu mengambilnya dan mengamat-amatinya. Kura-kura itu segera menarik kakinya dan kepalanya masuk di bawah tempurungnya. Si anak mencoba membukanya secara paksa.
“Cara demikian tidak pernah akan berhasil, nak!” kata kakek, “Saya akan mencoba mengajarimu.”
Mereka pulang. Sang Kakek meletakkan kura-kura di dekat perapian. Beberapa menit kemudian, kura-kura itu mengeluarkan kakinya dan kepalanya sedikit demi sedikit. Ia mulai merangkak bergerak mendekati si anak.
“Janganlah mencoba memaksa melakukan segala seuatu, nak!” nasihat kakek, “Berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.”

3. Melawan Diri Sendiri
Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start.
Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.
Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri.
Ia bertading dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri.

4. Kepercayaan Diri
Banyak orang pandai menyarankan agar kita memiliki suatu kepercayaan diri yang kuat. Pertanyaannya adalah diri yang manakah yang patut kita percayai? Apakah panca indera kita? Padahal kejituan panca indera seringkali tak lebih tumpul dari ujung pena yang patah. Apakah tubuh fisik kita? Padahal sejalan dengan lajunya usia, kekuatan tubuh memuai seperti lilin terkena panas. Ataukah pikiran kita? Padahal keunggulan pikiran tak lebih luas dari setetes air di samudera ilmu. Atau mungkin perasaan kita? Padahal ketajaman perasaan seringkali tak mampu menjawab persoalan logika. Lalu diri yang manakah yang patut kita percayai?
Semestinya kita tak memecah-belah diri menjadi berkeping- keping seperti itu. Diri adalah diri yang menyatukan semua pecahan-pecahan diri yang kita ciptakan sendiri. Kesatuan itulah yang disebut dengan integritas. Dan hanya sebuah kekuatan dari dalam diri yang paling dalam lah yang mampu merengkuh menyatukan anda. Diri itulah yang patutnya anda percayai, karena ia mampu menggenggam kekuatan fisik, keunggulan pikiran dan kehalusan budi anda.

5. Kitalah yang menciptakan masalah
Masalah rumah tangga memang tidak pernah habis di kupas, baik di media cetak, radio, layar kaca, maupun di ruang-ruang konsultasi. “Dari soal pelecehan seksual, selingkuh, istri dimadu, sampai suami yang tidak memenuhi kebutuhan biologis istri.” Ujar seorang konsultan spiritual di Jakarta.
Kebetulan, teman dekatnya punya masalah. Ceritanya, seiring dengan pertambahan usia, plus karir istri yang menanjak, kehidupa perkawinannya malah mengarah adem. Seperti ada sesuatu yang tersembunyi. Keakraban dan keceriaan yang dulu dipunya keluarga ini hilang sudah. Si istri seolah disibukkan urusan kantor.
‘Apa yang harus aku lakukan,” ungkapan pria ini. Konsultasi spiritual itu menyarankan agar dia berpuasa tiga hari, dan tiap malam wajib shalat tahajud dan sujud shalat syukur. “Coba lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, Insya Allah masalahanya terang. Setelah itu, kamu ajak omong istrimu di rumah.” Ia menyarankan.
Oke. Sebuah saran yang mudah dipenuhi. Tiga hari kemudian, dia mengontak istrinya. “Bagaimana kalau malam ini kita makan di restoran,” katanya. Istriny tidak keberatan. Makanan istimewa pun dipesan, sebagai penebus kehambaran rumah tangganya.
Benar saja. Di restoran itu, istrinya mengaku terus terang telah menduakan cintanya. Ia punya teman laki-laki untuk mencurahkan isi hati. Suaminya kaget. Mukanya seakan ditampar. Makanan lezat di depanya tidak di sentuh. Mulutnya seakan terkunci, tapi hatinya bergemuruh tak sudi menerima pengakuan dosa” itu.
Pantas saja dia selalu beralasan capek, malas, atau tidak bergairah jika disentuh. Pantas saja, suatu malam istrinya pura-pura tidur sembari mendekap handphone, padahal alat itu masih menampakkan sinyal—pertanda habis dipakai berhubungan dengan seseorang. Itu pula, yang antara lain melahirkan kebohongan demi kebohongan.
Tanpa diduga, keterusterangan itu telah mencabik-cabik hati pria ini. Keterusterangan itu justru membuahkan sakit hati yang dalam. Atau bahkan, lebih pahit dari itu. Hti pria ini seakan menuntut, “Kalau saja aku tidak menuntut nasihatmu, tentu masalahnya tidak separah ini.”
Si konsultan yang dituding, “Ikut menjebloskan dalam duka.” Meng-kick balik. “Bukankah sudah saya sarankan agar mengajak istrimu ngomong di rumah, bukan di restoran?” Buat orang awam, restoran dan rumah sekedar tempat. Tidak lebih. Tapi, dimata si paranormal, tempat membawa “takdir”tersendiri.
Dan itulah yang terjadi. Keterusterangan itu tak bisa dihapus. Ia telah mencatatkan sejarah tersendiri. Maka jalan terbaik menyikapinya adalah seperti dikatakan orang bijak, “Jangan membiasakan diri melihat kebenaran dari satu sisi saja.”
Kayu telah menjadi arang. Kita tidak boleh melarikan diri dari kenyataan, sekalipun pahit. Kepalsuan dan kebohongan tadi bisa jadi merupakan bagian dari perilaku kita jua. “Kita selalu lupa bahwa kita bertanggung jawab penuh atas diri kita sendiri. Kita yang menciptakan masalah, kita pula yang harus meyelesaikannya.” Kata orang bijak.
Pahit getir, manis asam, asin hambar, itu sebuah resiko. Memang kiat hidup itu tak lain adalah piawai dan bijak dalam memprioritaskan pilihan.

6. Kelenturan Sikap
Bila anda menganggap bahwa mengatasi setiap persoalan butuh kekuatan pendirian, ketangguhan otot, dan kekerasan kemauan, maka anda separuh benar.
Sebuah batu cadas yang keras hanya bisa segera dihancurkan dengan mengerahkan segenap daya kuat. Oleh karenanya, banyak orang melatih diri agar semakin kuat, semakin tangguh dan semakin tegar.
Namun, seringkali kenyataan tak bisa dihadapi dengan pendirian kuat, atau diatasi dengan ketangguhan otot, atau dipecahkan dengan kemauan keras. Ada banyak hal yang tak bisa anda terima, namun harus anda terima. Maka, senantiasa anda membutuhkan sebuah kelenturan sikap. Bukanlah kelenturan sikap pertanda kelemahan, melainkan sebuah kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu sebagaimana ia ada. Bila anda menganggap bahwa mengatasi persoalan adalah dengan menerima persoalan itu, maka anda menemukan separuh benar yang lain.
Kumpulan Cerita Pendek diatas diambil dari Kumpulan Ebook Motivasi Islami. Mudah-mudahan dapat Menginspirasi kita semua dalam menjalani kehidupan ini.

Maraknya Pacaran Berujung Zina, Kita Punya Tanggung Jawab Dakwah

“Seandainya saja aku bisa mengembalikan waktu dan kembali berpikir sebelum melakukan tindakan yang mengerikan itu. Aku telah terperosok dalam dosa. Lihatlah apa yang telah aku perbuat. Tidak akan ada lagi orang yang mau menerima diriku.”
Keluhan di atas sering muncul berulang kali di dalam benak para pemuda dan remaja yang terlibat dalam kenikmatan semu dari pacaran. Betapa sering mereka yang notabene adalah teman-teman kita diperingatkan bahwa hubungan terlarang itu akan mendatangkan hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, tampaknya mereka lebih mendengarkan bisikan setan yang ‘agung’ dan indah untuk kemudian melakukan hal-hal berdosa. Hanya segelintir remaja atau pemuda saja yang menyadari bahwa berpacaran dan hal-hal terlarang di dalamnya dapat menghancurkan ketenangan pikiran dan bahkan kehidupan mereka.
Banyak pemuda dan remaja hidup dalam kegelapan total. Allah SWT menjadikan hubungan pria-wanita yang terlarang adalah haram, demi kebaikan mereka. Bagaimanapun, sayangnya, jiwa kita acapkali lebih dekat dengan hasrat-hasrat dunia serta kenikmatan-kenikmatannya. Sehingga meninggalkan kita dengan visi tidak jelas dan terjebak dalam kesesatan.
Pertanyaannya, mengapa banyak remaja dan pemuda membiarkan hal itu terjadi pada diri mereka? Mengapa begitu sulitnya memahami bahwa setan bisa mengendalikan jiwa kita melalui ‘izin’ yang kita berikan kepadanya? Seandainya mereka mau berpikir tentang konsekuensi dari kelakuan-kelakuan yang mendatangkan dosa, maka mereka bisa terselamatkan dari penderitaan dan huru-hara. Jika mereka mau sejenak berpikir, maka sejatinya mereka dapat bergerak menuju kesuksesan dunia dan akhirat. Jangan pernah lupa bahwa Allah senantiasa melihat dan mengawasi. Ingat bahwa akibat dari maksiat adalah selalu menimbulkan hal-hal destruktif.
Angka kehamilan di luar nikah pada masyarakat muslim semakin hari semakin bertambah. Banyak muslim yang menyangkal dan menolak hal tersebut. Mereka menyatakan, tak mungkin hal itu dilakukan seseorang yang berlabel “muslim”. Mereka menutup mata atas fenomena maraknya kehamilan di luar nikah.
…Angka kehamilan di luar nikah semakin hari semakin bertambah. Banyak muslim yang menyangkal dan menolak hal tersebut. Mereka menutup mata atas fenomena ini…
Inilah yang menjadi inti persoalan; apa yang memicu para pemuda dan remaja muslim terjebak hasrat birahi terlarang yang membuat mereka terlibat pacaran dan hubungan kencan hanya karena ingin disebut “gaul”? Di manakah para orangtua dan anggota komunitas muslim yang seharusnya menawarkan kepada mereka solusi agar hubungan pria-wanita menjadi halal? Atau menunjukkan kepada mereka keindahan gaya hidup Islami? Ya, harus ada solusi atas beragam patologi sosial yang menghinggapi para remaja dan pemuda muslim.
Mungkin tak sedikit remaja muslim yang mengatakan, “Lho, seharusnya kan hal-hal memalukan itu bisa dihindari. Tapi kenapa justru malah terjadi?” Pertanyaan tersebut memang penting untuk dijawab, tapi yang lebih penting adalah apa yang bisa kita lakukan untuk menghentikan soba-sobat kita yang tengah terlibat dalam relasi haram tersebut? Apakah dibiarkan saja? Mengisolir mereka dari komunitas masyarakat? Membiarkan mereka bergumul dengan kesedihan dan nestapa?
Parahnya, banyak orang yang cuek bebek dan tidak ingin diganggu oleh persoalan tersebut. Lalu ketika para remaja dan pemuda muslim ingin ambil bagian dalam menyadarkan rekan-rekan mereka yang terjerumus dalam kemaksiatan, justru banyak yang melarang. Ada yang menyatakan bahwa tugas memberikan kesadaran baik adalah tugas para ulama, juru dakwah, kyai, dan lain sebagainya, bukan para remaja dan anak-anak kemarin sore.
Jelas ini merupakan sebuah tragedi dan kesulitan bagi para remaja muslim yang ingin memberikan bantuan. Mereka harus menyusuri jalan panjang nan sunyi untuk ikut andil memberikan penyadaran, pertaubatan, dan penyuluhan. Padahal, para remaja dan pemuda yang ingin bertaubat dari interaksi lawan jenis terlarang sangat membutuhkan saudara dan saudari muslim mereka. Karena biasanya mereka akan lebih menerima nasihat dan arahan dari orang-orang yang dekat dengan mereka dan mengetahui sisi kejiwaan mereka. Jika mereka merasa bahwa saudara-saudari muslim mereka menjauh, maka mereka merasa dimarjinalkan dan mungkin akan melakukan dosa lebih berat lagi.
Memang, ampunan Allah tiada terbatas. Namun harus diingat bahwa kita semua bertanggungjawab untuk mengajak rekan-rekan kita menuju ampunan itu. Jangan biarkan mereka terus terjerembab dalam kemaksiatan dan jangan abaikan mereka. Tak layak rasanya jika kita membenci rekan-rekan kita yang melakukan kemaksiatan, sementara kita mengetahui bahwa salah satu nama Allah adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim?
…Sudah menjadi tugas kita untuk mengajak rekan-rekan kita kembali menapaki jalan Allah, mengajarkan mereka tentang makna taubat. Tunjukkan kepada mereka jalan yang benar, yaitu jalan Islam…
Sudah menjadi tugas kita untuk mengajak rekan-rekan kita kembali menapaki jalan Allah, mengajarkan mereka tentang makna taubat, dan memberi mereka informasi tentang Islam yang kaffah (paripurna). Tunjukkan kepada mereka jalan yang sebelumnya tidak pernah ditunjukkan atau ditawarkan, yaitu jalan Islam.
Sampaikan dengan bahasa yang mudah dan cara yang persuasif. Mereka akan lebih menerima apabila yang menyampaikan adalah orang yang dekat dengan mereka dan mengetahui sisi-sisi psikologis mereka. Semoga Allah melindungi rekan-rekan kita dan para pemuda serta remaja muslim lainnya dari dosa dan bisikan setan. Semoga Allah menjadikan mereka sebagai para pemimpin umat yang akan menunjuki ke jalan lurus. Amin. 
[ganna pryadha/voa-islam.com]

Kamis, 08 Maret 2012

Tips Menjadi Muslimah Sejati


TIDAK… Bagi perbuatan yang dapat menyia-nyiakan umurmu, seperti senang membalas dendam dan berselisih dengan perkara yang tidak ada kebaikan di dalamnya. TIDAK… Bagi sikap yang lebih mengutamakan harta benda dan mengumpulkannya, ketimbang sikap arif untuk menjaga kesehatanmu, kebahagiaanmu, dan waktu istirahatmu. TIDAK… Bagi perangai yang suka memata-matai kesalahan orang lain, menggunjing aib orang lain (ghibah) dan melupakan aib diri sendiri. TIDAK… Bagi perangai yang suka mabuk kepayang dengan kesenangan hawa nafsu, menuruti segala tuntutan dan keinginannya. TIDAK… Bagi sikap yang selalu menghabiskan waktu bersama para pengangguran, dan memboroskan waktu berjam-jam untuk bergurau dan bermain. TIDAK… Bagi perilaku acuh terhadap kebersihan dan keharuman tubuh, serta masa bodoh dengan tempat tinggal dan ketertiban lingkungan. TIDAK… Bagi setiap minuman yang haram, rokok, dan segala sesuatu yang kotor dan najis.
TIDAK… Bagi sikap yang selalu mengingat-ingat kembali musibah yang telah lalu, bencana yang telah terjadi, atau kesalahan yang terlanjur dilakukan. TIDAK… Bagi perilaku yang melupakan akhirat, yang lalai membekali dirinya dengan amal saleh untuk menyongsongnya, dan yang lengah dari peringatan tentang kedahsyatannya.
 TIDAK… Bagi perangai membuang-buang harta benda dalam perkara-perkara yang haram, berlaku boros dalam perkara-perkara yang mubah, dan perilaku yang dapat memangkas perkara-perkara ketaatan. YA… Untuk senyummu yang cantik, yang mengirimkan cinta, dan mengutus kasih sayang bagi orang lain. YA… Untuk kata-katamu yang baik, yang membangun persahabatan dan menghapuskan rasa benci. YA… Untuk sedekahmu yang dikabulkan, yang membahagiakan orang-orang miskin, menyenangkan orang-orang fakir, dan mengenyangkan orang-orang lapar. YA… Untuk kesediaanmu duduk bersama Al-Qur’an seraya membaca, merenungi, dan mengamalkannya, sambil bertaubat dan beristighfar. YA… Untuk kesediaanmu berdzikir, beristighfar, tenggelam dalam doa, dan senantiasa memperbaiki taubatmu. YA… Untuk usahamu dalam mendidik anak-anakmu dengan agama, sunnah, dan nasihat yang bermanfaat bagi mereka. YA… Untuk rasa malumu dan hijab (penutup aurat) yang diperintahkan Allah, karena hanya itulah cara untuk menjaga dan memelihara dirimu. YA… Untuk pergaulanmu dengan wanita-wanita yang baik dan takut kepada Allah, mencintai agama dan menghormati nilai-nilainya. YA… Untuk baktimu terhadap orangtua, silaturahim pada saudaramu, menghormati tetangga, dan menyantuni anak-anak yatim. YA… Untuk membaca sesuatu yang bermanfaat dengan menelaah buku yang menarik dan berfaedah, buku yang menyenangkan dan memberi tuntunan.
 Sumber : Dikutip dari buku “Menjadi Wanita Paling Bahagia di Dunia” – DR. Aidh al-Qarni

Sabtu, 11 Februari 2012



Hukum Mentato, Mengikir Gigi, Dan Operasi Kecantikan





Mentatoo badan dan mengikir gigi adalah perbuatan yang dilaknat oleh rasulullah s.a.w., seperti tersebut dalam hadisnya:
"Rasulullah s.a.w. melaknat perempuan yang mentatoo dan minta ditatoo, dan yang mengikir gigi dan yang minta dikikir giginya."(Riwayat Thabarani)
Perbuatan-perbuatan yang rusak ini dilakukan dengan menyiksa dan menyakiti badan, yaitu dengan menusuk-nusukkan jarum pada badan orang yang ditatoo itu.
Semua ini menyebabkan laknat, baik terhadap yang mentatoo ataupun orang yang minta ditatoo.
Dan yang disebut mengikir gigi, yaitu merapikan dan memendekkan gigi. Biasanya dilakukan oleh perempuan. Karena itu Rasulullah melaknat perempuan-perempuan yang mengerjakan perbuatan ini(tukang kikir ) dan minta supaya dikikir.
Kalat ada laki-laki yang berbuat demikian, maka dia akan lebih berhak mendapat laknat.
Dalam hal ini Rasulullah pernah melaknatnya, dalam hadisnya:
"Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang mengubah ciptaan Allah." (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Yang disebut al-Falaj, yaitu meletakan sesuatu di sela-sela gigi, supaya nampak agak sedikit jarang. Di antara perempuan memang ada yang oleh Allah diciptakan demikian, tetapi ada juga yg tidak begitu.
Kemudian dia meletakan sesuatu di sela-sela gigi yang berhimpitan itu, supaya giginya menjadi jarang. Perbuatan ini dianggap mengelabui orang lain dan berlebih-lebihan dalam berhias yang samasekali bertentangan dengan jiwa islam sebenarnya.
Hukum operasi kecantikan seperti yang terkenal sekarang karena perputaran kebudayaan badan dan syahwat, yakni kebudayaan Barat materialistis, sehingga banyak sekali perempuan dan laki-laki yang mengorbankan uangnya beratus bahkan beribu-ribu untuk mengubah bentuk hidung, pipi, dll.
Semua ini termasuk yang dilaknat Allah dan RasulNya.
Tetapi kalau hal tsb. dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan penyakit atau bahaya yg mengancam, misalnya karena ada daging tumbuh yg dapat menimbulkan sakit secara perasaan, maka sedikitpun tidak ada halangan. Wallahu a'lam.
Source:Taubat

Pandangan Islam Terhadap Sistem Bank Berbunga





Menurut Dr. Moh. Hatta, seorang ahli ekonomi Indonesia dan Bapak Koperasi berpendapat, bahwa bunga yg dilarang dakam hukum Islam adalah bunga yg bersifat komsutif, yaitu apabila seseorang mengambil kredit atau berutang dengan bunga untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Sedangkan berutang untuk dipergunakan dalam hal-hal yg bersifat produktif(pengembangan), misalnxa untuk modal agar usahanya lancar, maka bunga yg demikian tidak dilarang, karena tidak termasuk riba.




Pendapat pertama menyatakan bunga bank itu haram,berdasaqkan pd hadis Nabi Muhammad saw.:"Tiap-tiap piutang yg mengambil manfaat, maka ia semacam dari beberapa macam riba."(H.R Baihaqi)
sedangkan riba menurut hukum Islam, adalah haram.Firman Allah swt.:
"Hai, orang-orang yg beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba(yang belum dipungut), jika kamu orang-orang yang beriman."
Pendapat kedua menyatakan, bahwa hukum bank itu mubah, dengan alasan adanya bank di suatu negara, merupakan suatu kebutuhan yg tidak bisa dielakkan.
Pendapat ketiga, bahwa Mutasyabihat atau masih diragukan tentang halal-haramnya, dengan alasan satu sisi bank merupakan kebutuhan yg sangat penting, namun di sisi lain bank itw sulit menghilangkan sistem bunga. Terlebih lagi yg diberi kredit bersifat komsutif, tidak bersifat produktif.
Source:PAI
Di antara kenikmatan dan Ancaman KHAMAR(arak)



 Setelah diadakan penyelidikan secara teliti di rumah-rumah sakit, bahwa kebanyakan orang yang gila dan mendapat gangguan saraf adalah disebabkan arak. Dan kebanyakan orang yang bunuh diri ataupun yang membunuh kawannya adalah disebabkan arak. Orang-orang Arab dalam masa kejahiliannya selalu disilaukan untuk minum khamar dan menjadi pecandu arak. Namun, setelah Islam datang, dibuatnyalah rencana pendidikan yang sangat bijaksana sekali, yaitu dengan bertahap khamar itu dilarang. Pertama kali yang dilakukan, yaitu dengan melarang mereka untuk mengerjakan sembahyang dalam keadaan mabuk, kemudian meningkatkan dengan diterangkan bahayanya sekalipun manfaatnya juga ada, dan terakhir baru Allah turunkan ayat secara menyeluruh dan tegas, yaitu sebagaimana firmanNya: "Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya arak, judi, berhala, dan undian adalah kotor dari perbuatan syaitan. Oleh karena itu jauhilah dia supaya kamu bahagia. Syaitan hanya bermaksud untuk mendatangkan permusuhan dan kebencian di antara kamu disebabkan khamar dan judi, serta menghalangi kamu ingat kepada Allah dan sembahyang. Apakah kamu tidak mau berhenti?"(al-maidah: 90-91) Banyak sekali negara-negara yang mengakti bahaya arak ini, baik terhadap pribadi, rumah tangga ataupun tanah air. Sementara ada yang berusaha untuk memberantasnya dengan menggunakan kekuatan undang-undang dan kekuasaan, seperti Amerika, tetapi akhirnya mereka gagal. Tidak dapat seperti yang pernah dicapai oleh Islam di dalam memberantas dan menghilangkan arak ini. Dari kalangan kepala-kepala gereja bertentangan dalam menilai sebagaimana pandangan Kristen terhadap masalah arak, justru karena di Injil ditegaskan: "Bahwa arak sedikit itu baik buat perut." Kalau omongan itu betul, niscaya yang sedikit itu perlu dihentikan, sebab minum arak sedikit, dapat membawa kepada banyak. Gelas pertama akan disambut dengan gelas kedua dan begitulah seterusnya sehingga akhirnya menjadi terbiasa.